Jumat, 18 Januari 2013

Ekologi tan. (smt 3)



MAKALAH

PENGARUH CEKAMAN FHOSFOR

TERHADAP TANAMAN


  
Oleh :
Kelompok VI
1.    Edi nugroho                 (11011025)
2.    Hendri                          (11011026)
3.    Muhamad Yunus        (11011024)


PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
YOGYAKARTA
2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Pengaruh cekaman fhosfor terhadap tanaman” .Makalah ini akan penulis gunakan sebagai tugas E-learning mata kuliah ekologi tanaman.
Dengan makalah ini kita bisa mengetahui bagaimana pengaruh cekaman lingkungan terhadap tanaman khususnya pengaruh cekaman dari Zat fhosfor. Diharapkan makalah ini dapat memberikan banyak informasi untuk kita semua khususnya di bidang pertanian. Tidak lupa, penulis mengucapkan terimakasih khususnya kepada Bpk. Ir.Wafit Dinarto, M.Si selaku dosen pengajar mata kuliah ekologi tanaman.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Yogyakarta,19 Desember 2012
                                                                                                 
 Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Unsur hara merupakan komponen penting dalam pertumbuhan tanaman, unsur hara banyak tersedia di alam, sehingga tumbuhan bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan metabolismenya. Tetapi ketersediaan unsur hara di beberapa tempat tidak sama, ada yang berkecukupan sehingga pertumbuhan tanaman menjadi baik namun ada juga yang kekurangan, sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat. Khusus untuk tanaman budidaya kebutuhan unsur haranya sangat tinggi, hal ini dikarenakan pada lahan atau tempat yang sama ditanami tanaman tertentu yang membutuhkan jumlah unsur yang sama setiap waktunya. Sedangkan persediaan di alam terus berkurang akibat diserap oleh tanaman budidaya yang ditanam di lahan tersebut musimnya (intensif), sehingga untuk dapat memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara harus dilakukan penambahan unsur hara dalam bentuk pupuk dalam jumlah yang cukup. Setiap tanaman  sedikitnya membutuhkan 16 unsur hara agar pertumbuhannya normal. Hara tersebut dapat berasal dari tanah maupun udara. Salah satu hara  yang berperan  penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan  adalah fosfor  karena termasuk hara makro esensial.  Konsentrasi P dalam tanaman umumnya antara 0,1% sampai 0,4%. Unsur P terdapat di seluruh sel hidup tanaman yang menyusun jaringan tanaman seperti asam nukleat, fosfolipida dan fitin (Tisdale, 1990).
Fosfor (P) termasuk unsur hara makro yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, namun kandungannya di dalam tanaman lebih rendah dibanding nitrogen (N), kalium (K), dan Kalsium (Ca). Tanaman menyerap P dari tanah dalam bentuk ion fosfat, terutama H2PO4- dan HPO42- yang terdapat dalam larutan tanah. Ion H2PO4- lebih banyak dijumpai pada tanah yang lebih masam, sedangkan pada pH yang lebih tinggi (< 7) bentuk HPO42- lebih dominan. Disamping ion-ion tersebut, tanaman dapat menyerap P dalam bentuk asam nukleat, fitin, dan fosfohumat (Havlin et al., 1999).
B.     Tujuan penulisan
Guna mengetahui pengaruh cekaman lingkungan terhadap tanaman, terutama cekaman dari unsur fosfor (P) dan juga fungsi serta kegunaan unsur fosfor tesebut terhadap tanaman.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    Cekaman lingkungan terhadap tanaman
Cekaman (stress) merupakan factor lingkungan biotik dan abiotik yang dapat mengurangi laju proses fisiologi. Tanaman mengimbangi efek merusak dari cekaman melalui berbagai mekanisme yang beroperasi lebih dari skala waktu yang berbeda, tergantung pada sifat dari cekaman dan proses fisiologis yang terpengaruh. Respon ini bersama-sama memungkinkan tanaman untuk mempertahankan tingkat yang relatif konstan dari proses fisiologis, meskipun terjadinya cekaman secara berkala dapat mengurangi kinerja tanaman tersebut. Jika tanaman akan mampu bertahan dalam lingkungan yang tercekam, maka tanaman tersebut memiliki tingkat resistensi terhadap cekaman. Contoh cekaman adalah kekurangan nitrogen, kelebihan logam berat, kelebihan garam dan naungan oleh tanaman lain (Lambers, 1998).
Kompensasi yang dilakukan tanaman untuk efek karena adanya cekaman, terjadi berbeda pada tiap tanaman untuk skala waktunya, karena mekanismenya berbeda-beda tergantung hal itu pada cekaman alami dan proses fisiologinya. Jika tanaman mampu menghadapi stress lingkungan pasti tanaman tersebut mempunyai ketahanan cekaman (stress resistance). Namun ketahanan terhadap cekaman sangat berbeda pada tiap-tiap spesies (Lambers, 1998).
Di dalam ekosistem, hubungan tanah, tumbuhan, hara dan air merupakan bagian yang paling dinamis. Tanaman menyerap hara dan air dari dalam tanah untuk dipengaruhi dalam proses-proses metabolisme dalam tubuhnya. Sebaliknya tanaman memberikan masukan bahan organik melalui seresah yang tertimbun di permukaan tanah berupa daun, ranting serta cabang yang rontok. Bagian akar tanaman memberikan masukan bahan organik melalui akar-akar dan tudung akar yang mati serta dari eksudasi akar.
Jika ketersediaan unsur hara esensial kurang dari jumlah yang dibutuhkan oleh tanaman, maka tanaman akan terganggu metabolismenya yang secara visual dapat dilihat dari penyimpangan-penyimpangan pada pertumbuhannya. Gejala kekurangan unsur hara ini dapat berupa pertumbuhan akar, batang atau daun yang terhambat (kerdil) dan khlorosis atau nekrosis pada berbagai organ tumbuhan. Gejala yang ditampakkan tanaman karena kurang suatu unsur hara dapat menjadi petunjuk kasar dari fungsi unsur hara yang bersangkutan. Suatu tumbuhan dikatakan kekurangan (defisiensi) unsur hara tertentu apabila pertumbuhan terhambat yakni hanya mencapai 80% dari pertumbuhan maksimum walaupun semua unsur hara esensial lainnya tersedia berkecukupan. Defisiensi unsur hara terjadi jika unsur hara ada tapi yang diperlukan tanaman tidak cukup untuk kebutuhan. Fenomene lain yang akhir-akhir ini menjadi faktor pembatas pertumbuhan pada tapak rusa yaitu kekurangan hara karena dalam areal tumbuhnya unsur hara yang diperlukan tidak ada (malnutrisi). Permasalahan hara yang lebih komplek lagi adalah adanya kekacauan unsur hara (nutrient disorder). Menurut Supijatno (2003), penyerapan hara yang efisien sangat ditentukan oleh morfologi akar dan genotipe yang efisien umumnya mempunyai nisbah akar tajuk yang besar.

B.     Peranan Unsur Fosfor (P) Pada Pertanian
Fosfor adalah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens, unsur kimia yang memiliki lambang P dengan nomor atom 15. Fosfor berupa nonlogam, bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen, banyak ditemui dalam batuan fosfat anorganik dan dalam semua sel hidup tetapi tidak pernah ditemui dalam bentuk unsur bebasnya. Fosfor amatlah reaktif, memancarkan pendar cahaya yang lemah ketika bergabung dengan oksigen, ditemukan dalam berbagai bentuk, Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4) yang dicampur dengan mangan.
Fosfor (P) merupakan unsur hara yang diperlukan  dalam jumlah besar (hara makro). Jumlah fosfor dalam tanaman lebih kecil dibandingkan Nitrogen dan Kalium. Tetapi fosfor dianggap sebagai kunci kehidupan (Key of life). Unsur ini merupakan komponen tiap sel hidup dan cenderung terkonsentrasi dalam biji dan titik tumbuh tanaman. Unsur P dalam phospat adalah (Fosfor) sangat berguna bagi tumbuhan karena berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar terutama pada awal-awal pertumbuhan, mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah.
Tanaman menyerap fosfor dalam bentuk ion ortofosfat (H2PO4-) dan ion ortofosfat sekunder (HPO4=). Selain itu, unsur P masih dapat diserap dalam bentuk lain, yaitu bentuk pirofosfat dan metafosfat, bahkan ada kemungkinan unsur P diserap dalam bentuk senyawa organik yang larut dalam air, misalnya asam nukleat dan phitin. Fosfor yang diserap tanaman dalam bentuk ion anorganik cepat berubah menjadi senyawa fosfor organik. Fosfor ini mobil atau mudah bergerak antar jaringan tanaman. Kadar optimal fosfor dalam tanaman pada saat pertumbuhan vegetatif adalah 0.3% - 0.5% dari berat kering tanaman.
Karateristik fosfor yaitu, fosfor bergerak lambat dalam tanah; pencucian bukan masalah, kecuali pada tanah yang berpasir. Fosfor lebih banyak berada dalam bentuk anorganik dibandingkan organik. Di dalam tanah kandungan F total bisa tinggi tetapi hanya sedikit yang tersedia bagi tanaman.Tanaman menambang fosfor tanah dalam jumlah lebih kecil dibandingkan nitrogen dan K.
Sumber – sumber Unsur P sendiri bisa Dalam bentuk batu kapur-posfat (Rock Phospate /RP),Dalam bentuk sisa tanaman dan kotoran hewan, Dalam bentuk tepung tulang dan tepung ikan / udang, Dalam bentuk Pupuk Buatan (TSP, DSP, Pupuk Majemuk, dll)



BAB III
PEMBAHASAN
Fosfor (P) termasuk unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Apabila kekurangan unsur P, pertumbuhan tanaman akan terhambat, daun menjadi tipis, kecil dan tidak mengkilat, daun dan buah rontok sebelum waktunya, batangnya menjadi gopong (lubang di tengah), terkadang terdapat bercak pada tepi atau ujung daun (nekrosis). Fungsi penting P lainnya adalah sebagai penyusun adenosin triphosphate (ATP) yang terkait dalam metabolisme tumbuhan (Dobermann and Fairhurst, 2000). Unsur P dibedakan menjadi P organik yang berasal dari sisa tanaman, hewan dan mikroorganisme serta P anorganik yang berasal dari mineral batuan.
Unsur P di alam berikatan dengan oksigen yang disebut senyawa fosfat. Tanaman menyerap fosfat dalam bentuk ion fosfat anorganik terutama H2PO4-, dan HPO42-. Namun, ketersediaan fosfat dalam tanah di Indonesia umumnya sangat rendah yang disebabkan karena fosfat terikat menjadi AlPO4 pada tanah asam atau Ca3(PO4)2 pada tanah basa. Tumbuhan tidak dapat menyerap fosfat terikat sehingga harus diubah menjadi bentuk yang dapat diserap tumbuhan (Elfiati, 2005). Selain itu, ketersediaan fosfat dalam tanah sangat ditentukan oleh pH tanah, jumlah dan tingkat dekomposisi bahan organik, serta kegiatan mikroorganisme dalam tanah seperti jamur (Rivaie et al., 2008).
Fungsi dari unsur Fosfor pada tanaman yaitu: (1). untuk pembentukan bunga dan buah, (2). bahan pembentuk inti sel dan dinding sel, (3). mendorong Pertumbuhan akar muda dan pemasakan biji pembentukan klorofil, (4). penting untuk enzim-enzim pernapasan, pembentukan klorofil, (5). penting dalam cadangan dan transfer energi (ADP+ATP) (6). komponen asam nukleat (DNA dan RNA), (7). berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman. (8). Membantu pembentukan protein dan mineral yg sangat penting bagi tanaman..
Adapun gejala-gejala cekaman kekurangan unsur hara fosfor (P) sebagai berikut : 
  •  Reduksi pertumbuhan, kerdil 
  •  Pada cabang, batang, dan tepi daun berwarna merah ungun yang lambat laun berubah menjadi kuning 
  •  Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun
  •   Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Pada tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning. 
  •  Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot. Buahnya kecil – kecil , nampak jelek dan lekas matangDi tanah yang miskin unsur fosfor (P), pertumbuhan tanaman akan terganggu. Awalnya, tanaman bisa tumbuh cepat dengan daun yang lebat. Tetapi daun kemudian rontok dan tanaman meranggas. 
  • Gejala cekaman kelebihan unsur hara fosfor (P) menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.
Untuk pemupukan tanah, fosfat dapat langsung digunakan setelah terlebih dahulu dihaluskan (sebagai pupuk alam). Akan tetapi untuk tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan lain-lain, pupuk alam ini tidak cocok, karena daya larutnya yang sangat kecil di dalam air sehingga sulit diserap oleh akar tanaman pangan tersebut. Untuk itu sebagai pupuk tanaman pangan, fosfat perlu diolah menjadi pupuk buatan.
Sumber unsur P.
     a. Dalam bentuk batu kapur-posfat (Rock Phospate /RP)
     b. Dalam bentuk sisa tanaman dan kotoran hewan.
     c. Dalam bentuk tepung tulang dan tepung ikan / udang
     d. Dalam bentuk Pupuk Buatan (TSP, DSP, Pupuk Majemuk, dll

Pupuk superfosfat terdiri dari : Single Super Phosphate (SSP), Triple Super Phosphate (TSP), Monoammonium Phosphate (MAP), Diammonium Phosphate (DAP), Nitro Phosphate (NP), Ammonium Nitro Phosphate (ANP).




BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kekurangan unsur fosfor dalam tanah dapat diatasi dengan penambahan unsur ini kedalam tanah melalui pemupukan dapat mempengaruhi ketahanan tanaman terhadap penyakit. Peningkatan ketersediaan fosfat dapat mengurangi jumlah pathogen dan kekurangan unsur ini dapat menurunkan katahanan tanaman. (Hakim et al, 1986).
Peranan fosfor bagi tanaman untuk Membantu pembentukan protein dan mineral yg sangat penting bagi tanaman, Bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman, Merangsang pertumbuhan & perkembangan akar, terlebih pada masa pembibitan, Mempercepat pembungaan dan pembuahan tanaman, serta mempercepat pemasakan biji dan buah.



DAFTAR PUSTAKA

Agudi. 1990. Pengaruh pemupukan N,P,dan K terhadap perkembangan populasi nematode puru akar (Meloidogyne app.) pada tanaman tomat. Bogor : Institut Pertanian Bogor.. 40 hal

Fatriezi, Yelfi.  1992. Pengaruh pemberian beberapa dosis pupuk P (fosfor) terhadap penekanan serangan penyakit bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne.sp pada tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)

Fuskhah Eny. 2002 . Efek salinintas dan Pemberian fosfor terhadap aktivitas enzim nitrogenase nodul akar Caliandra collothyrsus. Semarang . UPT-PUSTAK-UNDIP.

Lakitan benyamin. 2000 . Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Jakarta : PT.RajaGrafindo Persada,

Suharno, Benediktus. 2005 . Serapan Forfor dan Kualitas Rumput Pakan poliploid dan diploid yang toleran cekaman kemasaman tanah pada pemupukan fosfor. Semarang, UPT-PUSTAK-UNDIP.





Catt : ...........................................................................
....................................................................................
....................................................................................









Rabu, 17 Oktober 2012

Acalypha indica L

Laporan Praktikum Botani









Oleh :

Edi Nugroho
11011025


Agroteknologi
Fakultas Agroindustri
Universitas Mercu Buana
Yogyakarta
2012

  
     Laporan praktikum Botani
Acara X
Determinasi
           Tujuan :
Mempelajari bagaimana menggunakan kunci determinasi, sehingga mengetahui nama suatu tanaman yang sebelumnya belum diketahui
           Bahan :
Buku Determinasi
Sembaranng Tanaman (Disarankan semua praktikan belum mengetahui namanya ).

  
Kucing Kucingan
(Acalypha indica L.)

Determinasi dari tumbuhan Acalypha indica L.

1b :      Tumbuhan dengan bunga sejati, sedikit-dikitnya dengan benang sari dan (atau) putik. Tumbuh-tumbuhan berbunga ........ 2
2b :      Tiada alat pembelit.Tumbuh-tumbuhan dapat juga memanjat atau membelit (dengan batang, poros daun atau tangkai daun ....... 3
3b :      Daun tidak berbentuk jarum ataupun tidak terdapat dalam berkas tersebut diatas ........ 4
4b :      Tumbuh-tumbuhan tidak menyerupai bangsa rumput. Daun dan (atau) bunga berlainan dengan yang diterangkan diatas ..... 6
6b :      Dengan daun yang  jelas ..... 7
7b :      Bukan tumbuh-tumbuhan bangsa palem atau yang men yerupainya ...... 9
9b :      Tumbuh-tumbuhan tidak memanjat dan tidak membelit ...... 10
10b :   Daun tidak tersusun sedemikian rapat menjadi rozet .....11
11b :   Tidak semikian. Ibu tulang daun dapat dibedakan jelas dari jaring urat daun dan dari anak cabang tulang daun yang ke -samping  dan yang  serong  keatas ...... 12
12b :   Tidak semua daun duduk dalam karangan atau tidak ada daun sama sekali ......... 13
13b :   Tumbuh-tumbuhan berbentuk lain .... 14
14a :    Daun tersebar, kadang-kadang sebagian berhadapan ....... 15
15a :    Daun tunggal,tetapi tidak berbagi menyirip rangkap sampai bercangap menyirip rangkap (golongan 8) ....... 109

Golongan 8 : Tanaman dengan daun tunggal dan tersebar

109b : Tanaman daratan (atau tumbuh) diantara tanaan bakau ........ 119
119b:  Tanaman lain ....... 120
120b:  Tanaman tanpa getah ....... 128
128b:  Daun lain. Bukan rumput-rumputan yang merayap, dan mudah berakar ..... 129
129b:  Tidak ada upih daun yang jelas, paling-paling pangkal daun sedikit atau banyak mengelilingi batang ....... 135
135b:  Daun tidak berbentuk kupu-kupu berlekuk dua ........ 136
136b:  Susunan tulang daun menjari atau menyirip .... 139
139b:  Tidak ada berkas berbentuk cincin yang melingkar pada cabang ....... 140
140b:  Kelopak tanpa kelenjar demikian  ..... 142
142b:  Cabang tidak demikian ..... 143
143b:  Sisik demikian tidak ada ... 146
146b:  Tanaman tidak berduri atau berduri temple (buah diabaikan) ...... 154
154b:  Bunga tidak dalam bongkol dengan daun pembalut sedemikian ...... 155
155b:  Bunga tidak tetanam pada tangkai daun ...... 156
156b:  Bakal buah menumpang ....... 162
162b:  Ujung tangkai daun tanpa kelenjar ......... 163
163b : Rumput-rumputan atau setidak-tidaknya bukan bunga yang berbilangan 3 ....... 167
167b:  Bunga tidak sedemikian ...... 169
169b : Bunga bertaji ...... 171
171b:  Tangkai sari lepas , kepala sari kadang-kadang berlekatan ........ 177
177a : Bunga setidak-tidajnya sebagian berkelamin satu ....... 178
178b:  Bungan dalam tandan atau bulir, banyak sekali benang sari yang  fertil
.............67.Euphorbiaceae

Selanjutnya Berdasarkan kunci determinasi khusus family Euphorbiaceae dapat di telusuri sebagai berikut :
 Fam.67.Euphorbiaceae

9b :      Karangan-karangan bunga sebagian bunga sebagian besar terletak di ketiak daun. Tidak terdapat kelenjar-kelenjar yang  jelas pada ujung tangkai daun ....... 9. Acalypha

Acalypha indica L tidak terdeterminasi berdasarkan buku Determinasi tumbuhan yang disusun oleh  Ir.Suryo  dkk  , namun dibandingkan dengan pustaka tumbuhan tersebut sudah cukup familiar .

Kunci Determinasi :

1b-2b-3b-4b-6b-7b-9b-10b-11b-12b-13b-14a-15a (gol.8)-109b-119b-120b-128b-129b-135b-136b-139b-140b-142b-143b-154b-155b-156b-162b-163b-167b-169b-171b-177a-178b……67.Euphorbiaceae-9b……9.Acalypha



Klasifikasi  :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta ( biji)
Divisi : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (dikotil)
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Acalypha
Spesies : Acalypha indica L.